Nitisara

 Beberapa bulan yang lalu, saya dan empat teman sekolah saya lainnya , martin, ardana jun dan richo berniat buat bikin film lagi. kok lagi? ya karena kita sebelumnya sudah pernah menghasilkan satu karya film pertama yang diikutin lomba tingkat kota dan saat itu kita mendapati kekalahan.

Info perlombaan pun mulai kita cari sampai bertemu dengan salah satu kompetisi yang diadakan UMSIDA dengan tema 'Perempuan Indonesia'. Tema yang menurut saya sangat menarik untuk di filmkan.

Mulailah kita dengan menyusun ide cerita. Ide yang keren nggak begitu aja gampang di temuin, hari berlalu cukup lama, kita pun belum menemukan cerita jelasnya bagaimana. Saya sebagai Penulis ceritanya pun sedikit kesusahan, sampai-sampai saya cari informasi ke semua kerabat dekat saya untuk hanya sekedar menanyai pendapat mereka mengenai perempuan.

Karena saya tipe manusia yang pengen ribet hehe, artinya saya nggak mau bikin cerita yang hanya menyampaikan satu hal saja. jadilah beberapa hal aku masukan semua meskipun hanya lewat dialog singkat nan vulgar *blak-blakan* untungnya team kami dapat memvisualisasikan cerita yang saya buat itu dengan baik.

Cerita muluk, mana filmnya? ya sabar aja yah... di bawah nanti akan ada videonya kok.

Ada salah satu orang yang pernah menanyakan hal mengenai 'kok bisa bikin naskah sekritis itu bahasanya'
sebenarnya saya juga nggak tau kok bisa cerita itu yang saya buat. hampir semua dari cerita tesebut saya terinspirasi dari kisah nyata. entah itu dari cerita Ibu saya atau teman-teman saya, kemudian bahasanya saya kemas dengan bahasa yang menyindir. Referensi dari google pun sangat bermanfaat untuk penyusunan dialog itu sendiri. lain dari postingan ini, akan saya post bagaimana saya menyusun skenario film pendek fiksi ya.

Alhamdulillah, kekalahan waktu lalu saat lomba film pertama terbalaskan dengan mendapati juara pertama di festival yang di adakan UMSIDA. nggak hanya itu , film NITISARA mendapat best actris. ehm btw pemain yang ada di film itu semuanya adalah orang-orang yang ada di sekitar saya, yakni tetangga saya sendiri. setting tempat pun milik rumah tetangga saya.

Sebagus apapun skenario yang sudah kita buat, tapi kalau pemerannya nggak pas, bakal nggak bagus pula hasilnya. saat menulis pun saya memang membayangkan karakter aslinya, supaya lebih mudah, dan terjawablah saat proses latihan atau disebut istilahnya 'reading' pun berjalan dengan baik, hanya saja saya perlu mengatur intonasi nada suara supaya sesuai mood dalam film tersebut.

Saat film NITISARA terupload di youtube, saya hanya bisa pasrah dan terus berdo'a. saya pun belum yakin kalau nantinya banyak yang suka. dan Alhamdulillah semua teman-teman saya mensupport, memuji, dan banyak pula yang berkomentar positif. syukurlah...
yuk, langsung saja dinikmati videonya, bagi yang sudah pernah lihat ya boleh lah merelakan waktu 10 menitnya dan kuotanya untuk menonton lagi, hehe...

Komentar

Postingan Populer