Film pertama dan serba mepet


Sebenarnya kejadian ini udah dari bulan maret berlalu dan sekarang gue mau sharing pengalaman film pertama gue dan temen-temen gue.

Stikom Surabaya lagi menyelenggarakan lomba tahunan gitu dan gue ditawarin sama temen gue nanda untuk join ke lomba. sebelumnya dan sebenarnya kita udah rencana bikin film pendek tentang dolanan gitu tapi belum sempet bikin eh ada peluang buat ikut lomba Film Dokumenter dengan tema 'Aja Lali Dolanan'. Gue mau ikut karena temanya nyambung ke film pendek yang pengen kita buat, yaudah deh gue setujuin dan hari itu juga gue mulai searching tentang DOLANAN dan gue pun cari-cari di youtube untuk referensi. 

Tim belum kebentuk karena memang sebelumnya belum ada kesiapan, gue sama nanda cari-cari temen yang bisa di andelin dari segi tanggung jawab yang pasti, bukan orang yang terlalu sibuk dan pastinya rumah masih terjangkau, karena memang waktu yang minim untuk shooting akibat jadwal sekolah yang juga padat seperti hati kamu *abaikan*. sekitar 1 bulan sebelum pengumpulan film kita udah dapet Tim yang semoga bisa solid. kita mulai nyusun jadwal dll. 

Kita mulai mencari-cari tokoh atau target yang akan diajak shooting, gue survei sama nanda dari agak pagi sampai menjelang sore dan dari sidoarjo sampai ke tulangan-tanggulangin dan waktu itu sempet nyasar karena emang gatau jalan yang penting di gas aja, sempet liat google map tapi alhasil gak berhasil malah muter-muter ke tempat yang sama sampai dua kali. persinggahan terakhir juga di sidoarjo dan saat itu belum nemu target dan lokasi yang pas. 

Cuaca lagi bersahabat, lumayan nggak ada terik panas matahari dan malah ada hujan, ok gue gabisa pulang. saat itu gue dan nanda lagi di taman Belvara, salah satu taman yang ada di Sidoarjo dan lagi nungguin hujan reda. Disana nggak begitu banyak orang tapi ada segrombol anak ingusan  maksutnya bocah yang lagi hujan-hujan sambil mainan dan lari-lari. dan merekalah yang terpilih untuk menjadi tokoh dalam Film Dokumenter, yang kebetulan mereka setiap minggu bermain di Taman tersebut. sangat bersyukur saat itu karena akhirnya nemu juga tuh bocah.

Proses Shooting udah sekali dilakuin tapi masih banyak yang kurang, Shooting dengan mereka sangatlah sulit, harus mengatur semua, teriak sana sini, mungkin faktor kurang kenal, lalu gue bersama bocah-bocah ini berunding menentukan jadwal untuk shooting lagi. dengan jadwal yang bertabrakan akhirnya 10 hari sebelum pengumpulan Film mereka bisanya dan h-10 pula mereka membatalkan kesepakatan di antara kita*hiksowweek*, lewat pesan singkat mereka memberitahu gue bahwa mereka sudah nggak boleh sama orang tuanya ke taman itu lagi*kratak*.

Pala gue mendadak pusing seketika, hati gue terasa terbungkus oleh kulit durian, h-10 coyy. padahal susunan scriptnya udah jadi dan siap shooting, ternyata dibatalin. Gue beritahu ke tim gue dan mereka pun sama paniknya. oke gue inget kata nyokap kalo nyokap pernah nyaranin pake bocah-bocah yang ada di kampung gue, saat itu juga gue mulai nulis ulang skenario beserta narasinya, yah sebenarnya sih Film Dokumenter tidak ada Skenario yang berisikan Dialog, karena Film Dokumenter menceritakan kejadian nyata tanpa dibuat-buat, hanya saja skenario gue bikin sebagai patokan untuk proses shooting, ngedit maupun untuk narasi.

Memang benar dalam keadaan sangat mepet otak serasa begitu lancar. Skenario udah jadi dalam beberapa menit dan gue langsung bergegas untuk menemui lakonnya. Setelah sepakat 1 hari kemudian Proses Shooting pun dimulai. dengan persiapan yang hanya sehari. Karena gue dan mereka si bocah-bocah ini sudah saling kenal apalagi ada murid les gue jadi gampang di aturnya, Shooting pun berjalan dengan lancar. 

h-7 pengumpulan film, awalnya ada beberapa scene seperti pengambilan gambar dijalan raya, di SD, maupun di Warnet sudah tereditkan sedikit, berhubung terjadi kejadian yang tak terduga yakni laptop untuk pengeditan film punya temen gue(Martin) layarnya RUSAK gegara jatuh pas di lab sekolah. Panik lagi tapi masih ada jalan satu-satunya yaitu komputernya temen gue(Stif). 

Sebenarnya pakai komputer di sekolah gue sih bisa, kebetulan bertabrakan dengan UNAS online jadi kambas. selama 7 hari ini gue, nanda, martin,stif dan arif ke rumahnya stif setiap hari untuk proses pengeditan. 7 hari adalah waktu yang cukup lama untuk pengeditan, berhubung kita masih kelas 10 jadi pengetahuan tentang edit-mengedit masih belum paham pol. apalagi saat itu harus memindahkan data 30 gb flasdisk demi flaskdisk. sampai-sampai dimarahin sama mamanya yang punya rumah karena pulang sampai jam 9 malam, waww tapi itu benar-benar untuk edit film dan kebetulan saat itu hujan deras. 

H-2 pengumpulan, stress berat, hampir gue nangis karena mungkin semuanya lagi capek-capeknya, editor pun juga, banyak terjadi error dan lain-lain. H-1, sudah stress level 10 karena Film sudah jadi tapi proses rendering yang kita gatau format yang benar kayak apa. gue cari di tutorial, di google pun gak bisa, hasilnya malah video resolusinya kecil, pokoknya gak sesuai yang di inginkan. hari-H PUN begitu, kita berusaha sana-sini, editor pun nyerah karena emang ga tau harus digimanain. Dengan akun IGnya nanda pun gue dan nanda memberanikan diri untuk bertanya sama kakak kelas 12 yang sebelumnya emang gak saling kenal, pertama udah dijawab tapi slow respon, sampai-sampai jam 3 sore dia baru bales dan akhirnya film terenderkan tapi masa iya ngumpulin filmnya malem-malem.

Terbesit untuk menelpon pihak panitia stifest, dan kabar gembira pun datang, pengumpulan film di undur 2 hari*yeeeee*prokprokprok*. yaampun bisa bernafas lega. setelah di render pun terjadi kesalahan lagi yakni, video yang gak terdeteksi padahal render nunggunya lama banget bisa sampai 4 jaman. yaudah deh di render lagi dan akhirnya terkumpulkan 1 hari sebelum akhir pengumpulan. Film ini pun hampir nggak di kumpulin karena proses burning kaset yang gak bisa-bisa dan salah satu guru yang paling berpengaruh yang biasanya ngasih motivasi-motivasi pada muridnya pun berkomentar kurang baik atas film ini. ada beberapa kesalahan, ya memang kritikan memang sangat perlu dan rasa kecewa pun timbul di hati kita yang membuatnya saat itu. apalagi pas bu Susi liat itu filmnya ada kakak kelas juga yang ikut melihat dan ikut mengkritik. tapi yaudahlah confident aja, film berhasil dikumpulin.

Tinggal menunggu pengumuman berupa email dari pihak Stikom. dan beberapa lama akhirnya Film kita masuk 10 besar, alhamdulillah gue sangat bersyukur.

untuk Judul filmnya apa mungkin ada yang belum tau, ikuti cerita selanjutnya pada next post ya, karena kalau gue cerita semuanya disini mungkin kalian bakal bosen dan capek dengan tulisan yang begitu panjang.

Komentar

  1. itu filmnya kenapa gak di upload di youtube aja dek?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kok kak, ntar linknya ditunggu ya wkwkwk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer