ehm MASUK KORAN

Rintikan hujan mulai turun, gue dan temen2 gue (Erika, Dian, Zuha, Novi dan Ciak) segera memasuki area transportasi cekilah bemo bemo, sebagai pelajar yang taat pada peraturan lalu lintas, kita nggak milih motor karena 
1. kita nggak punya SIM 
2. kita nggak punyak duit banyak buat bayar kalo ditilang dan yang ke 
3. kita nggak akrab sama pak polisi Surabaya, kan kalo ditilang di Sidoarjo seenggaknya asal kita sama ya di sidoarjo kkkk
kita harus naik 2 kali kendaraan, yang pertama turun di joyoboyo dengan kocek 6k dan ke TPnya 5k. setelah sampai kita sedikit jogging disana lumayanlah ngurusin badan. akhirnya kita ngantri dan sampai, ngantrinya sumpaah... biasa aja cuma pegel dikit karena pegelnya diselimutin dengan kesenangan. Bang Radit udah duduk manis disana dengan wajah datar apa jutek ya //gak bisa bedain// dan senyum ketika kamera siap memotret dengan T-Shirt Oren // cie warna favorit gue// dan snapback item. 
antrian memanjang berbentuk huruf Z. saatnya tiba gue, Dian dan Zuha untuk foto bareng dan tanda tangan di buku Koala Kumalnya. gue saat itu bengong dan terpesonanya gue sama Raditya Dika eh itu justin. gue sampek gak bisa bedain Justin Bieber sama Raditya Dika. gue gak ngomong apa-apa gue diem aja sambil senyum senyum. kamera pun siap mengambil gambar kita berempat mengarah ke kamera dan siap di potret dan hasilnya ini
aku yang tengah, bukan radityadikanya tapi belakangnya. kita mengarah ke kamera tapi?!! //fotografer abal-abalan itu iya, dia yang.. haduuh gagalin foto kita!, dia nggak mencet tombolnya, hehh greget pek. untungnya temen gue ( Ciak) siap moto tapi dari sisi lain. dan inilah mereka selanjutnya dengan hasil foto yang sempurna
walaupun hasilnya sedikit ngeblur tapi mereka ber4 menghadap kekameranya pas.

setelah kita berfoto ria, kita sholat Ashar di Musholah sana. yah sebagai islam yang taat dimana pun kita berada kita gak boleh lupa akan kewajiban kita ehm // gue sok banget. habis sholat kita muter-muter gak jelas dan nyari ccemilan sambil nungguin hujan reda.
18.15
Hujan semakin deras, kita ngiyup maksutnya berteduh di bawah jembatan penyebrangan sambil nunggu kendaraan umum. datanglah bemo tapi... nggak memungkinkan dinaiki ber 6. akhirnya kita memilih bus. baunya nggak enak, suara busnya berisik bus ini emang kendaraan tak layak pakai.
Dimana ada Ciak disitu ada kekepoan gue.
"cik.. cik, disini sekarang  ada nggak?" kebetulan kita duduk di baris ke 2 & 3 sebelah kanan.
"Ada 2  di belakang" 
"ha? sumpah?, apa apa?"
"hmmm" dia jawab dengan wajah takut
"G? K? P?" G itu gendruwo. K itu kuntilanak dan P itu Pocong
"K!" kita semua liat ke arah belkang yang emang gak ada apa2nya, yaiyalah kita nggak bisa liat yang begituan dan jangan sampek.
turun dari Bus di Terminal Bungurasih kita lanjut naik bemo, kita jalan ke arah bemo yang tujuannya sidoarjo. terlihat bemo masik belom ada penumpang. kita masuk dan pak supir siap2 menyetater bemonya dan cumak maju sekitar 2 meter. gue sama temen-temen gue bertanya-tanya "loh kok berhenti lagi?", pak supir turun dari bemo dan dia bersihin kaca bemonya terus duduk sambil teriak "SIDOARJO!! SIDOARJO!!" gue ternganga, keadaan sunyi sebentar dan kepala gue agak gue keluarin dari jendela sambi teriak "SIDOARJO!!! SIDOARJO!!" pastinya dengan suara cempreng gue, sontak membuat temen-temen gue pada ngakak. disela-sela nunggu penumpang gue dan temen-temen lagi lagi kepo,
"cik, disekitar sini ada nggak?" 
"ada hiiii" sambil majang tampang ketakutan dan sok imut gitu *cikhilafkok
"apa-apa cik??"
"ya masak tak bilangin sekarang!"
"iya wes! kepo loh!!"
"itu G, besar warna item" G berarti gendruwo hiii gue memandang arah pohon yang ditunjuk ciak dan gak ada apa-apa *lahiyalah sambil bilang "Assalamu'alaikum, kita nggak ganggu kok!"
"dia nongkrong, tapi untungnya nggak ngehadep kita!"

penumpang udah penuh,  di perjalanan kita terus aja ngerumpi masalah hantu, kesurupan dsb yang nyangkut hal-hal begituan. kita pun sampai di depan rumah sakit umum sidoarjo jam menunjukkan pukul 20.45. gilak udah malem banget kira2 gue dimarahin gak ya, gue cemas // bukan celana masuk sil**t. gue berjalan ke arah rumah dan bonyok (bokap nyokap) nggak marahin gue malah nyambut gue dengan senyuman, nggak seperti biasanya.
keesokannya, hari selasa gue kaget, gue dikasi tau temen gue kalok gerombolan gue waktu hari senin itu masuk koran hahahaha..
jadi cerpennya gini, kita disuruh sama om om berjenggot tebal untuh menghadap ke kamera yang ia pegang sambil suruh tunjukin buku Koala Kumalnya. dan cekrik terjepretlah *end*
dari berpuluh-puluh foto kenapa foto kita yang dipajang di koran JAWA POS hahaha lucu jugak, gue memandangi koran yang ada foto gue itu sambil senyum-senyum sok imut gitu.
pertama kalinya masuk koran
 gue yang pakek baju merah agak pink dan berkerudung biru gelap. Emang bener, dari semua perjuangan yang tentunya gak gampang pasti ada hikmahnya. 


 

Komentar

Postingan Populer